Kasus Malpraktek 3 Dokter Kembali Masuk MA

METRO, Manado- Proses persidangan Peninjauan Kembali (PK) kasus malpraktek dengan terpidana dr Ayu Sasiary Prawani, dr Hendy Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak, tuntas Senin (20/05) kemarin. Dengan demikian, kasus ini akan kembali masuk ke Mahkamah Agung (MA) untuk menentukan putusan.

"Jadi sekarang sudah selesai. Baik terpidana maupun keluarga korban, sama-sama kita tunggu putusan MA. Kita serahkan semua ke MA ya," ujar ketua majelis hakim yang mengadili sidang tersebut, Armindo Pardede SH MAP, sesaat sebelum menutup sidang.

Sidang kemarin mengagendakan penandatanganan berita acara persidangan PK, baik oleh terpidana dan penasehat hukumnya, Sabas Sinaga SH MH, dan Ramlie Siagian SH, maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romi Johanes SH. Berita acara itu berisi proses persidangan lengkap dengan fakta-fakta seputar novum (bukti baru,red) yang diajukan pihak terpidana.

"Hanya administrasi yang dilengkapi, lalu kemudian dikirim ke MA," terang Panitera Muda Pidana PN Manado Mansur Malakah SH MH, yang kebetulan ditunjuk sebagai panitera pengganti di persidangan itu.

Terpisah, JPU yang dimintai tanggapannya, mengaku siap menerima apapun putusan PK oleh MA. Menurut dia, selama proses persidangan, baik sejak tingkat pertama, kasasi, maupun PK, pihaknya sudah melakukan sesuai kapasitas yang melekat sebagai penuntut umum. Kalaupun nantinya MA punya pendapat berbeda terkait novum, pihaknya hanya bisa pasrah.

"Serahkan saja ke MA," cetusnya.

Sebagaimana fakta persidangan, novum yang diajukan oleh terpidana adalah hasil dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), yang menyatakan bahwa ketiga terpidana telah menjalankan tugas mereka sesuai Standar Operational Procedure (SOP). Kalaupun pada akhirnya penanganan terhadap almarhum Julia Fransiska Makatey, saat menjalani Operasi Cito Secsio Sesaria gagal, itu bukan kesalahan para terpidana.(69)